Salah Kaprah soal KB, MB & GB

Saya melakukan sedikit pengamatan di lingkungan kampus, di toko komputer, di perkantoran, dan ditempat-tempat dimana orang sering menyebutkan besaran/satuan data komputer. Hasil pengamatan tersebut menyatakan bahwa memang benar selama ini semua orang salah kaprah (termasuk saya juga) dalam menyebutkan ukuran data.

Letak kesalahan itu terdapat pada penyebutan KiloByte, MegaByte, GigaByte, dan TeraByte yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita maksudkan selama ini. Mungkin kesalahan itu terjadi akibat pengajaran di sekolah yang mengatakan bahwa 1 KB = 1024 Bytes dan 1 MB = 1024 KiloBytes. Sedangkan yang benar adalah 1 KB = 1000 Bytes dan 1 MB = 1000 KiloBytes.

Ternyata menggunakan 1 KB juga salah dalam pengukuran data komputer, karena tidak ada kelipatan biner angka 1000, melainkan 1024. Lalu 1024 Bytes = apa dong?

Jawabannya adalah Kilo Binary. 1024 Bytes itu sama dengan 1 KibiByte dan 1024 KibiByte itu sama dengan 1 MebiByte. Agak lucu memang, tapi untuk lebih memahami salah kaprah yang kita lakukan selama ini, ada baiknya bacalah penjelasan detail berikut:

Byte (Bahasa Indonesia : Bita) merupakan besaran pokok pengukuran data dalam Ilmu Komputer. Byte merupakan besaran untuk angka basis dua (biner) dimana 1 Byte . Seperti kita ketahui, dalam Sistem Internasional (SI) juga terdapat 7 besaran pokok pengukuran. Beberapa diantaranya ialah satuan ‘meter’ untuk panjang, ‘gram’ untuk massa, dan ‘sekon’ untuk waktu.

KiloByte  (Bahasa Indonesia : KiloBita) merupakan penamaan/penulisan awal dalam sejarah komputer untuk menyatakan 1024 Bytes. KiloByte dapat ditulis dengan KB seperti penulis Kilogram dan Kilometer menjadi Kg dan Km. Kemudian pertanyaannya :

  1. Kenapa tidak 1000 seperti pada KiloGram dan KiloMeter? Hal ini dikarenakan Byte mewakili bilangan biner (angka basis dua) bukan bilangan desimal (angka basis sepuluh) seperti pada KG dan KM.
  2. Kenapa bisa muncul angka 1024 Bytes? Ini dikarenakan bilangan biner tidak menggunakan model perpangkatan 10n, melainkan menggunakan model perpangkatan 2n. Sehingga, jika pada satuan panjang.

1 Kg = 1 x 103 g = 1000 g

maka pada satuan ukuran data

1 KB = 1 x 210 B = 1024 B

Selama bertahun-tahun sistem ini digunakan di dalam dunia komputer. Banyak para ahli merasakan hal yang aneh dalam penggunaan sistem kelipatan pada pengukuran data yang mengadopsi sistem SI. Padahal definisi Kilo sendiri merupakan 103 bilangan desimal. Oleh karena itu, pada tahun 1999 dibuatlah standar baru penamaan besaran pokok untuk sistem kelipatan pada pengukuran data. Sistem tersebut dikeluarkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC). Sistem ini memperbaiki kesalahan sistem penamaan besaran pengukuran data, dimana sebelumnya menggunakan KiloByte menjadi KibiByte.

KibiByte (Bahasa Indonesia: KibiBita) merupakan penamaan/penulisan baru hasil standarisasi IEC untuk memperbaiki sistem penamaan yang lama. Prefix Kibi merupakan singkatan dari Kilo dan Binary. KibiByte dapat disingkat penulisannya menjadi KiB. Dikarenakan keluarnya sistem baru ini maka terjadi beberapa perubahan, yaitu :

  1. KiloByte kembali ke definisi nya yang lama, yaitu 1 KB = 103 B = 1000 Byte. Tetapi 1000 Byte bukanlah suatu kelipatan bilangan biner, sehingga tidak cocok digunakan dalam pengukuran data.
  2. KibiByte menggantikan KiloByte sebagai penamaan kelipatan dari Byte. Adapaun 1 KiB = 210 B = 1024 Byte
  3. Alhasil, tidak ada lagi kebingungan penggunaan Kilo dan Kibi karena sudah jelas bahwa 1 Kilo = 1 x 103 dan 1 Kibi = 1 x 210.;

Tabel Perbandingan Kelipatan Byte menggunakan Sistem IEC dan SI

Sistem IEC

Sistem SI
Nama Singkatan Nilai Nama Singkatan Nilai
KibiByte KiB 210 KiloByte KB

103

MebiByte MiB 220 MegaByte MB

106

GibiByte

GiB 230

GigaByte

GB 109

TebiByte

TiB 240

TeraByte

TB 1012

PebiByte

PiB 250

PetaByte

PB

1015

EksbiByte EiB 260 EksaByte EB

1018

ZebiByte

ZiB 270 ZettaByte ZB

1021

YobiByte YiB 280 YottaByte YB

1024

Referensi : Wikipedia Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *