Pilkada SUMUT Unik ya

Pemilu Kepala Daerah (PILKADA) Sumatera Utara direncanakan akan digelar kurang dari 4 bulan lagi, yaitu pada hari Kamis, 7 Maret 2013. Sedangkan untuk pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri dimulai pada 10 November 2012 dan telah ditutup pada tanggal 16 November 2012 kemarin.
Sesuai dengan ketentuan, ada beberapa syarat untuk mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur di KPUD Sumut, diantaranya :
  1. Diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi paling sedikit 15 kursi dari jumlah kursi di DPRD Sumut berdasarkan hasil Pemilu 2009.
  2. Jika partai tersebut tidak punya kursi sama sekali, dapat juga mengajukan calon dengan menggunakan akumulasi suara sah minimal 785.187 suara.
  3. Untuk Calon Independen, disyaratkan untuk melampirkan KTP sebagai bukti dukungan masyarakat sebanyak 3% dari penduduk Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan syarat di atas, hanya ada 5 dari 7 calon yang lulus tahap awal verifikasi pendaftaran. Kedua pasang pendaftar yang tidak lulus adalah calon independen yang tidak memenuhi syarat dukungan 3% dari seluruh penduduk Sumatera Utara. Kelima pasangan yang lulus verifikasi tahap awal ialah :
  1. Gatot Pujo Nugroho – Tengku Erry Nuradi : didukung oleh PKS, Hanura, PBR, Partai Patriot dan PKNU dengan 17 kursi di DPRD Sumut.
  2. Chairuman Harahap – Fadly Nurzal : didukung oleh Golkar, PPP, PPPI, PPI dan Partai Buruh dengan 20 kursi di DPRD Sumut.
  3. Gus Irawan Pasaribu – Soekirman : didukung oleh 23 Partai Kecil dan Menengah dengan 1,294.224 suara (27,4 persen) pemilu 2009.
  4. Effendi Simbolon – Jumiran Abdi : didukung oleh PDIP, PDS dan PPRN dengan 21 kursi di DPRD Sumut.
  5. Amri Tambunan – Rustam Efendi Nainggolan : didukung oleh Partai Demokrat dengan 27 kursi di DPRD Sumut.

Keunikan Pilgub SUMUT

Pemilihan Gubernur Sumatera Utara ternyata dihiasi beberapa hal unik dan jarang terjadi di Pemilihan Kepala Daerah di daerah lain, berikut keunikan yang saya lihat.
  1. Tidak ada calon independen yang berhasil lolos. Calon independen yang mendaftar, yaitu pasangan Hasbullah Hadi – Azzidi dan Rohanna Sianipar Herutomo-Irwan Zaeni harus tumbang karena tidak memenuhi syarat dukungan masyarakat.
  2. Tidak ada Jenderal yang bertarung. Sebelumnya sempat ada beberapa purnawirawan Jenderal mensosialisasikan dirinya untuk ikut maju di dalam pesta demokrasi masyarakat SUMUT, seperti Letjen (Purn) A. Y. Nasution dan Letjen (Purn) Cornel Simbolon. Namun langkah mereka terhenti karena partai politik telah memiliki pilhan.
  3. ada Bupati dan Wakil Bupati saling bertarung. Ada beberapa calon yang maju sedang menjabat di daerahnya masing-masing selain incumbent Plt. Gubernur Sumut, yaitu Amri Tambunan sebagai Bupati Deli Serdang mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Demokrat, Erry Nuradi sebagai Bupati Serdang Bedagai menjadi Calon Wakil Gubernur membelot dari keputusan Partainya (Golkar), dan Soekirman sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagai menjadi Calon Wakil Gubernur dari PAN.
  4. Banyak bakal calon yang sudah jauh-jauh hari bersosialisasi secara intens, tetapi GAGAL maju. Seperti : Letjen (Purn) A. Y. Nasution, Letjen (Purn) Cornel Simbolon, Sutan Bathoegana, Wildan Aswan Tanjung, dan beberapa bakal calon lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *