Fakta Tentang Teh Susu!

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna coklat ini umum menjadi minuman penjamu tamu dan merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi setelah air putih. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak dikonsumsi. Di samping itu, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh seperti polifenol, theofilin, flavonoid/ metilxantin, tanin, kafein, vitamin C dan E, katekin, serta sejumlah mineral seperti Zn, Se, Mo, Ge, Mg. 

Kandungan dari teh tergantung dari proses pembuatannya. Kandungan antioksidan, vitamin, dan komponen lain dalam teh membuat teh dipercaya sebagai minuman untuk meningkatkan fungsi imun dan mencegah kanker. Beberapa penelitian juga menunjukkan teh bisa mencegah gigi berlubang, menjaga kadar gula darah, dan menyehatkan jantung. 

Dalam pembagiannya, teh dapat dibedakan dalam tiga kategori utama berdasarkan pengolahannya. Yaitu teh hijau (tidak mengalami fermentasi), teh oolong (semi fermentasi) dan teh hitam (fermentasi penuh). Perbedaan yang paling umum diantara ketiganya ialah kandungan polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Kandungan antioksidan di dalam teh ini yang dapat berfungsi untuk menangkap radikal bebas sehingga melindungi tubuh dan dapat mencegah kanker. Kandungan polifenol tertinggi dimulai dari teh hijau, teh oolong dan teh hitam.

Susu adalah minuman yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena merupakan minuman yang mengandung sumber gizi. Kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat adalah mencampur teh dengan susu. Walaupun hasilnya nikmat, namun menurut penelitian, mencampur susu dengan teh dapat mengurangi khasiat dalam keduanya. Hal ini disebabkan karena di dalam susu terdapat protein yang mampu mengikat senyawa berkhasiat di dalam teh. Protein yang terkandung di dalam susu juga dapat menetralisir antioksidan di dalam teh, sehingga senyawa antioksidan yang terkandung di dalam teh tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Protein yang telah berinteraksi dengan antioksidan pun tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh lagi karena bentuknya yang telah berubah. Beberapa penelitian tentang campuran teh dan susu ialah sebagai berikut:

  • Dikutip dari Telegraph, Minggu (27/3/2011), protein yang terkandung dalam susu akan mengikat senyawa bekhasiat dalam teh sehingga tidak sanggup menghambat penyerapan lemak. 
  • Dr Devajit Borthakur dari Tea Research Association mengomentari sebuah penelitian bahwa “Ketika berikatan dengan kompleks protein dalam susu, theaflavin dan thearubigin tidak bekerja. Artinya kita tidak akan mendapat manfaat apapun baik dari susu maupun teh”.

Beberapa alasan diatas telah menyebutkan bahwa mengonsumsi teh sekaligus dengan susu dapat mengurangi khasiat keduanya di dalam tubuh. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan manfaat dari keduanya, dianjurkan untuk meminum susu dan teh secara terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *